Soal Mobil Dinas Pimpinan DPRD Maros
Senin, 15-12-2008
Sumber : http://www.tribun-timur.com/
Maros, Tribun - Wakil Ketua DPRD Maros Hatta Rahman mengungkapkan persoalan mobil dinas (mobdin) dewan kuncinya berada pada Faisal, kontraktor pengadaan mobil Nissan Terano yang kini bermasalah.
"Jika Faisal ditangkap maka semua akan terjawab tentang siapa yang sebenanya bersalah dalam kasus itu," ungkap Hatta yang baru saja kembali dari Tanah Suci menjalankan ibadah umroh, Minggu (14/12). Pengadaan mobdin ini telah mendudukkan sekretaris dewan (Sekwan) Nurzal Pewadjoi sebagai tersangka. Mobil itu disinyalir di mark up Rp 400 juta. Sebelumnya, Fahry Makkasau dan Arfan Abdullah telah diperiksa sebagai saksi. Saat ini, katanya, yang ada di Maros orang saling fitnah. Seperti menyalahkan 16 panitia anggaran (panggar) yang terlibat pada saat tersebut. Padahal, tidak semua panggar terlibat. Kalau ada terlibat maka itu adalah oknum. Makanya, kejaksaan harus menangkap Faisal untuk menjelaskan persoalan yg sebenarnya. Dia menambahkan jika kasus ini adalah pengadaan pihak ke tiga yang dilandasi perjanjian kedua pihak. "Jadi kalau ada kesalahan jelas pihak yang bersangkutan bertanggung jawab. Tidak ada keputusan DPRD yang dikeluarkan setingkat panitia anggaran tetapi diputuskan bersama," terangnya. Hatta juga menambahkan jika panggar hanya bertugas menyusun rancangan APBD bersama tim anggaran Pemda selanjutnya dibahas dalam pleno bersama Pemda kemudian dievaluasi oleh gubernur. "Jika ada kekeliruan maka dibatalkan oleh gubernur. Jadi tidak benar bahwa semua panitia anggaran terlibat dalam kasus ini. Kalau perda APBD 2005 yang dipersoalkan maka semua anggota DPRD, bupati dan gubernur ikut terlibat," tuturnya. Bila ada pihak menjadikan persoalan ini komoditi politik dengan menfitnah, katanya, maka kepolisian harus turun tangan. Hatta mengaku dirinya tidak terlibat dalam pengadaan mobil tersebut. Sebab saat pembahasan APBD 2005, dirinya nonaktif sebagai anggota DPRD karena mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Maros berpasangan dengan Anwar Mapparesa.(ink) Pembunuhan Karakter Panggar DI Kabupaten Maros, banyak selebaran beredar yang mendiskreditkan 16 anggota panggar yang diduga terlibat dalam kasus mobdin tersebut. "Padahal belum tentu mereka terlibat. Alasannya seperti yang saya ceritakan," ungkap Hatta yang kaget ketika mengetahui banyak selebaran dan menuding panggar (lihat Panitia Anggaran) terlibat dalam kasus tersebut. Sampai saat ini, tidak jelas siapa yang mengedarkan selebaran itu. "Semua yang disebut namanya merasa dirugikan apalagi saat ini dalam proses pencalegkan," terangnya dan meminta masyarakat untuk tenang dan berpikiran jerni jangan langsung percaya informasi yang berkembang. "Saya mengharap agar Kejati Sulselbar cepat memproses dan memanggil oknum - oknum yang diduga terlibat termasuk anggota dewan agar masa lahnya cepat dilimpahkan ke pengadilan dan masyarakat dapat memahami siapa sesungguhnya yang terlibat," terang Sudirman.
Cara mudah membuat gambar transparan dengan teknik seleksi gambar
11 tahun yang lalu